Sabtu, 15 Maret 2008

Mengenang Daeng Basse

Akibat kelaparan, seorang ibu dan anaknya di Makassar terpaksa meninggal dunia. Ibu tersebut bernama Daeng Basse, 37 tahun, yang meninggal sesaat sebelum anak ketiganya, Basir, 5 tahun menghembuskan nafasnya yang terakhir. Kalau saja sang tetangga yang bernama Lina tidak segera bertindak, barangkali, Aco, 4 tahun, akan turut meninggal pada saat yang bersamaan.

Menurut dokter dari Rumah Sakit Haji Makassar yang merawat Aco, Daeng Basse dan Basir diduga wafat akibat diare akut. Dugaan dokter ini dipilih Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin untuk disampaikan ke publik. Bagaimana pun, dari sisi birokrat, dugaan ini lebih "aman" daripada anggapan media tentang kelaparan akibat kelalaian aparatnya.

Dugaan itu bisa jadi benar, dokter memiliki kemampuan untuk memprediksi hal itu. Namun bagi kita dugaan itu tidaklah cukup. Penyebab wafatnya Daeng Basse dan Basir adalah kemiskinan yang teramat kronis. Kemiskinan yang masih ditimpali dengan kenaikan harga beras, minyak goreng, terigu, telur, kedelai, dan lain-lain itulah yang menjadi malaikat maut bagi Basse dan Basir pada hari itu.

Keluarga itu terhitung sebagai keluarga yang sial. Beruntung mereka bisa di sebuah rumah yang terletak di kawasan kumuh lorong Blok V Jalan Daeng Tata I, kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Makassar. Itu pun karena ajakan Juding, enam bulan lalu, yang mengajak keluarga tersebut tinggal bersama di rumah mereka.

Sehari-hari, keluarga itu bergantung pada penghasilan Basri, 35 tahun, suami Basse yang berprofesi sebagai pengayuh becak. Ironisnya, kemiskinan yang diderita keluarga miskin itu ternyata luput dari perhatian pemerintah. Berdasarkan penelusuran Majalah Tempo, keluarga ini tidak tercatat dalam sebagai keluarga miskin di instansi pemerintahan setempat.

Hampir saja tidak ada yang tahu kalau keluarga itu tengah menderita kelaparan. Kalau saja Lina tidak memperhatikan Salma, 9 tahun, dan Baha, 7 tahun, yang loyo saat bermain, mungkin Daeng Basse, Basir, dan Aco akan wafat tanpa ada yang memperhatikan. Salma dan Baha adalah anak pertama dan kedua dari pasangan Basri-Daeng Basse.

Pengakuan Salma dan Baha-lah yang membuat Lina tahu bahwa keluarga itu tengah berada dalam ancaman. Karena sakit dan tidak makan selama tiga hari dan karena tidak ada bahan makanan, hari itu Basse tidak memasak. Beras lima liter yang diperoleh Lina sebagai upah mencuci pun diberikan semuanya ke Basse untuk dimasak.

Kesialan Daeng Basse dan empat anaknya bertambah manakala Basri, 35 tahun, dikenal sebagai suami dan bapak yang kurang bertanggungjawab. Penghasilannya per hari hanya Rp 5000- Rp 10.000. Jumlah ini dibawah penghaslan rata-rata kawan-kawannya sesama pengayuh becak yang bisa mengantongi rata-rata Rp. 20.000 lebih per-hari.

Tetangga, kawan-kawan sesama pengayuh becak, dan mungkin kita tidak bisa memahami, mengapa dengan penghasilan sekecil itu, Basri tidak mau menghentikan kebiasaannya berjudi dan mabuk-mabukkan. Seorang tetangganya sempat memergoki Basri pulang dengan membawa lima liter arak. Padahal untuk makan sehari-hari keluarganya, kerap tidak terpenuhi.

Tidak perlu disangkal bila Basri mempunyai kontribusi kesalahan. Dia bersalah karena lalai dalam memberikan tanggung jawabnya yang semestinya bagi keluarganya. Tapi apalah artinya seorang Basri? Sekeras apapun hukuman yang bisa ditimpakan kepadanya, tetap saja dia hanya "kroco" yang tidak layak untuk ditumbalkan karena kematian Basse dan Basir.

Hukuman yang semestinya harus dialamatkan kepada pemerintah. Pemerintah telah abai dalam memenuhi salah-satu hak dasar warga negara, yakni hak atas pangan, khususnya bagi rakyat miskin. Atas dasar hak ini, pemerintah memiliki kewajiban konstitusional untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya tanpa kecuali. Karena hak atas pangan sama sejajar dengan hak untuk hidup.

Kematian Basse dan Basir, serta kematian ibu-ibu dan anak-anak lain karena masalah kelaparan, kurang gizi, atau gizi buruk adalah pelanggaran hak asasi manusia. Dengan begitu, yang seharusnya duduk dalam pesakitan untuk mempertanggungjawabkan masalah ini adalah para petinggi negara dan elit-elit lokal yang telah gagal menjalankan kewajiban konstitusionalnya.

Selamat jalan Daeng Basse, Selamat jalan Basir. Doa kami turut menyertai.

2 komentar:

PAK SOLIHIN DI MEDANG mengatakan...

saya ingin berbagi cerita kepada semua teman-teman bahwa saya yg dulunya orang yg paling tersusah,walaupun mau makan itu pun harus hutang dulu sama tetangga dan syukur kalau ada yg mau kasi,semakin aku berusaha semakin jauh juga pekerjaan dan selama aku ingin berbuat baik kepada orang lain semakin banyak pula yg membenci saya karna saya cuma dianggap rendah sama orang lain karna saya tidak punya apa-apa,dan akhirnya saya berencana untuk pergi mencari dukun yg bisa menembus nomor dan disuatu hari saya bertemu sama orang yg pernah dibantu sama MBAH KABOIRENG dan dia memberikan nomor MBAH KABOIRENG,dia bilan kepada saya kalau MBAH KABOIRENG bisa membantu orang yg lagi kesusahan dan tidak berpikir panjang lebar lagi saya langsun menghubungi MBAH KABOIRENG dan dengan senan hati MBAH KABOIRENG ingin membantu saya,,alhamdulillah saya sudah menang togel yg ke5 kalinya dan rencana saya bersama keluarga ingin membuka usaha dan para teman-teman diluar sana yg ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIRENG di 085=260=482=111 saya sangat bersyukur kepada allah karna melalui bantuan MBAH KABOIRENG dan kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ingat kesempatan tdk akan datan untuk yg kedua kalinya.. KLIK TOGEL 2D 3D 4D 6D DISINI













saya ingin berbagi cerita kepada semua teman-teman bahwa saya yg dulunya orang yg paling tersusah,walaupun mau makan itu pun harus hutang dulu sama tetangga dan syukur kalau ada yg mau kasi,semakin aku berusaha semakin jauh juga pekerjaan dan selama aku ingin berbuat baik kepada orang lain semakin banyak pula yg membenci saya karna saya cuma dianggap rendah sama orang lain karna saya tidak punya apa-apa,dan akhirnya saya berencana untuk pergi mencari dukun yg bisa menembus nomor dan disuatu hari saya bertemu sama orang yg pernah dibantu sama MBAH KABOIRENG dan dia memberikan nomor MBAH KABOIRENG,dia bilan kepada saya kalau MBAH KABOIRENG bisa membantu orang yg lagi kesusahan dan tidak berpikir panjang lebar lagi saya langsun menghubungi MBAH KABOIRENG dan dengan senan hati MBAH KABOIRENG ingin membantu saya,,alhamdulillah saya sudah menang togel yg ke5 kalinya dan rencana saya bersama keluarga ingin membuka usaha dan para teman-teman diluar sana yg ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIRENG di 085=260=482=111 saya sangat bersyukur kepada allah karna melalui bantuan MBAH KABOIRENG dan kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ingat kesempatan tdk akan datan untuk yg kedua kalinya.. KLIK TOGEL 2D 3D 4D 6D DISINI

KISAH SUKSES IBU HERAWATI mengatakan...

Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik yg Sukses, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja, dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA, awalnya saya ragu dan tidak percaya, tapi setelah saya lihat pembuktian video AKI ZYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari, Alhamdulilah Ternyata benar benar terbukti dan 2Miliar yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan. Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita, semua cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya. Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. Dan satu hal yang perlu Anda ingat, “Jika Anda terlahir miskin itu bukan salah siapapun, namun jika Anda mati miskin itu merupakan salah Anda, saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pejabat, Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia,jika anda ingin seperti saya silahkan Lihat No Tlp Aki Di website/internet »»>KLIK DISINI<««